Karangasem—Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K) Karangasem terus menunjukkan perannya dalam mendukung kemandirian sektor perikanan nasional. Melalui program unggulannya, BPIU2K berhasil memproduksi dan mendistribusikan berbagai komoditas unggulan perikanan ke berbagai wilayah Indonesia.
Sepanjang periode capaian yang dipublikasikan, BPIU2K Karangasem telah menghasilkan 1.960 benih abalone, 100.000 spat tiram mutiara, 11.000 calon induk udang unggul, serta 12.750.000 benih udang unggul. Bahkan, market share distribusi calon induk unggul NuSa Dewa dari BPIU2K Karangasem mencapai 16% dari total distribusi nasional, menjadikannya salah satu penyumbang terbesar penyedia indukan unggul di Indonesia.
Selain produksi, BPIU2K Karangasem juga aktif melakukan pengujian laboratorium untuk mendukung kualitas perikanan nasional. Tercatat 643 sampel telah diuji, melampaui target tahunan sebesar 431 pengujian. Pengujian dilakukan pada berbagai aspek seperti kualitas air, mikrobiologi, patologi, biomolekuler, AMR, hingga residu.
Tidak hanya fokus pada produksi dan pengujian, lembaga ini juga berperan dalam pengembangan sumber daya manusia. Sebanyak 74 mahasiswa dan taruna dari berbagai universitas dan politeknik perikanan di Indonesia telah menyelesaikan program magang, penelitian, dan praktik kerja lapangan (PKL) di BPIU2K Karangasem.
Di tengah berbagai tantangan, BPIU2K Karangasem menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Upaya ini merupakan bagian dari wujud nyata dukungan terhadap program Ekonomi Biru untuk Indonesia Emas, menuju perikanan yang mandiri, sejahtera, adil, dan makmur.