Budidaya abalon semakin berkembang dengan adanya pemilihan induk berkualitas berdasarkan tingkat kematangan gonad. Pemilihan yang tepat dapat meningkatkan keberhasilan pemijahan dan produksi larva yang lebih sehat.
Pemijahan abalon merupakan salah satu tahap penting dalam budidaya yang menentukan keberhasilan produksi. Untuk memastikan induk abalon siap memijah, para pembudidaya menggunakan standar Tingkat Kematangan Gonad (TKG) sebagai acuan dalam seleksi induk.
Klasifikasi Tingkat Kematangan Gonad Abalon Induk abalon yang digunakan dalam pemijahan dikategorikan ke dalam beberapa tingkat kematangan gonad:
🔹 TKG I – Pada tahap ini, jenis kelamin abalon sudah dapat dibedakan antara jantan dan betina, tetapi gonad belum berkembang secara optimal.
🔹 TKG II – Gonad mulai membesar dan hampir memenuhi kantong gonad, dengan warna gonad yang terbentuk hingga setengahnya. Pada tahap ini, gonad mulai menunjukkan kesiapan untuk pemijahan.
🔹 TKG III – Gonad berkembang lebih lanjut hingga melebihi ukuran kantong gonad, tampak dari luar, dan warna gonad sudah terbentuk sepenuhnya. Ini adalah tahap paling matang sebelum pemijahan berlangsung.
Dari ketiga tingkat tersebut, hanya abalon dengan TKG II dan TKG III yang dipilih untuk pemijahan karena telah memiliki kematangan yang optimal untuk menghasilkan telur dan sperma berkualitas.